week 3
CONTOH FENOMENA PEGESERAN TEKNOLOGI MEDIA INDUSTRI MEDIA KE VERSI ONLINE
Media
konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara
terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who,
when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas.
Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel,
tajuk, feature dll. Media cetak biasanya berisikan informasi yang
lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti
surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang
yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi. Menanggapi perkembangan dari
jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online
seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih
ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998.
Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih
murah dibandingkan media konvensional/cetak. Media konvensional atau media cetak merupakan media
yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung
unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai
bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. Media cetak biasanya
berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas
jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita,
sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri
seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak
surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com,
tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online
karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat
media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak. Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak
langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat
kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memilikifitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat. Dengan
pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media
cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana
yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada
jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat
jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya,
yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui
handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang
mahal lagi. Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang
dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun
2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31%
memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi
usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini
adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu
mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. Pada
awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke
media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online
dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara
tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka
perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini.
Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang
sangat cepat ini perlu dilakukan. Secara keseluruhan penyajian berita pada
media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan
media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar
orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum
mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang
di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca
dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari
media cetak yang di bacanya. Namun dalam menyajikan berita baik itu media
online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya
melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau
bersifat netral.
h SUMBER : https://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
CONTOH FENOMENA DIGITAL CULTURE DI INDONESIA
Budaya digital merupakan dampak penggunaan teknologi digital terhadap suatu budaya atau kebiasaan masyarakat dalam sehari-hari. Saat ini kemajuan teknologi begitu berkembang pesat, salah satu contohnya dalam budaya digital ialah berbelanja online. Teknologi yang sudah canggih saat ini membuat masyarakat lebih tunduk lagi dengan teknologi yang ada, sebut saja pasar. Mungkin sebelum adanya belanja online, pasar-pasar tradisional atau toko-toko yang ada di mall maupun emperan jalan masih banyak dikunjungi.
Salah satunya Tokopedia, merupakan salah satu aplikasi jual beli online yang cukup diminati masyarakat, karena hanya bermodal smartphone seseorang bisa melakukan transaksi pembelian gak pake lama dan tanpa harus mengeluarkan energi yang besar serta didukung harga yang cukup terjangkau.
Namun sebelum bisa transaksi para pembeli atau yang ingin membuka usaha dalam Tokopedia harus mendaftarkan diri. Baru setelah memiliki akun baru bisa menjual atau membeli.
Di dalam aplikasi ini masyarakat dapat menjual barang pribadinya dan mencantumkan harga yang diinginkan oleh si penjual. Tak hanya itu masyarakat juga dengan mudah mencari barang yang diinginkannya karena di dalam aplikasi ini sudah terdapat klasifikasi barang mulai dari pakaian, fashion, aksesoris, elektronik dsb. Dan ketika masyarakat kesusahan dalam mencari barang yang dibutuhkan, bisa langsung search keyword sesuai barang yang dibutuhkan. Ini merupakan salah satu budaya digital yang ada di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar